Monday, May 18, 2015
Apa yang kurang tepat dalam sistim pendidikan kita? Saat ini, Indonesia memasuki era baru kehidupan berbangsa dan bernegara. Para pejuang kemerdekaan Indonesia telah berkalang tanah, para pejuang yang kemudian menjadi para penguasa Indonesia pun satu satu beristirahat di taman makam pahlawan. Cita cita kemerdekaan yang terwujudpun baru sampai pada menjadikan bangsa Indonesia yang merdeka. Kita merdeka dari penjajahan bangsa lain, dan menjadi bangsa yang berdaulat, berdaulat bagi para penguasa untuk menjajah dan menjarah bangsa nya sendiri, sang ibu pertiwi. Pancasila yang terukir bhineka tunggal ika terpasang sekedar menjadi prasasti megah yang didadakan, UUD 1945 sekedar menjadi pelengkap prasarat kehiduoan berbangsa dan bernegara yang wajib punya. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sekedar slogan yang tidak pernah dimanifestasikan secara nyata. Ibu pertiwi yang gemah ripah loh jinawi, yang menyimpan kekayaan tak tertandingi dari sabang sampai merauke, tidak pernah terwujud mensejahterakan rakyat. Dan diera baru sekarang ini, pembunuhan massal rakyat jelata dimulai. Harga terus melambung, kesusahan rakyat semakin nyata dirasakan, dan rakyat jelata dipaksa untuk segera mati, karena para penguasa perlu ruang yang luas untuk hidup anak keturunannya dari hasil korupsi. Rakyat jelata dihibur dengan janji janji yang membuat mati suri dan kemudian benar2 mati.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment